Menyimpan uang di tabungan bank membuat kita menanggung beban biaya. Mulai dari administrasi, biaya ATM, beban pajak tabungan dan lain sebagainya.

Bunga tabungan juga sangat kecil tak sampai 2% per tahun. Bila inflasi tahunan mencapai 6%, maka uang yang kamu simpan di bank dengan imbal hasil sebesar itu tidak akan berkembang. Malah nilainya tertinggal jauh.

Tabungan kita ibarat naik sepeda dan inflasi naik sepeda motor. Kecepatan tabungan kita cuma 2% sedangkan kecepatan inflasi 6%. Artinya kita kalah 3 kali lebih lambat dari inflasi. Pantas saja orang miskin bertambah miskin.. karena uang mereka selalu tertinggal oleh inflasi.

Baca juga: Tips Cepat Kumpulkan Dana Pensiun

Saatnya berinvestasi

Kesadaran orang Indonesia menyiapkan masa depan melalui produk yang berpeluang tumbuh di atas inflasi, masih relatif rendah.

Mayoritas masyarakat Indonesia masih lebih nyaman menabung dana mereka di bank untuk kebutuhan masa depan ketimbang mengalokasikannya di produk investasi.

Riset menyebut, rata-rata orang mengalokasikan 13% pendapatan mereka untuk pos tabungan dan investasi. Dari angka itu, sebanyak 79% ditempatkan di produk tabungan sementara 21% dialokasikan di produk investasi.

Ini tidak terlepas dari toleransi risiko mayoritas orang Indonesia yang masih rendah.

Kebanyakan orang Indonesia lebih suka bermain aman dengan menaruh uang mereka di tabungan bank ketimbang berinvestasi di produk investasi yang berimbal hasil lebih tinggi.

Bermain aman seperti ini justru tidakbagun untuk keuangan. Menyiapkan kebutuhan finansial masa depan di produk yang tidak kuat mengejar laju inflasi, justru lebih berisiko daripada naik turunnya harga.

Bapak A menempatkan uang sebesar Rp500.000 secara rutin di produk tabungan rencana bank yang memberi imbal hasil 3% per tahun selama 4 tahun. Di akhir tahun keempat, dia berhasil mengumpulkan uang Rp25,52 juta. Angka ini belum dipotong pajak bunga tabungan sebesar 20%.

Sedangkan Bapak B memilih menempatkan dananya secara rutin di reksa dana berimbal hasil rata-rata 10% per tahun sebesar Rp500.000 selama 4 tahun. Di akhir tahun keempat, dia berhasil mengumpulkan uang Rp29,6 juta tanpa dipotong pajak. Ada selisih cukup signifikan sebesar Rp4 juta-an hanya karena perbedaan pilihan instrumen penempatan dana.

Sayangnya, hingga kini kebanyakan orang Indonesia masih lebih banyak berinvestasi dalam bentuk emas, properti, dan deposito. Padahal, selain tiga jenis instrumen investasi tersebut, masih banyak pilihan produk investasi yang bisa membantu kamu menyiapkan kebutuhan di masa depan. Salah satunya adalah produk reksa dana.

Menyiapkan masa depan dengan reksa dana

Reksa dana disebut juga dengan Kontrak Investasi Kolektif (KIK) atau mutual fund. Reksa dana dikelola oleh manajer investasi. Ini adalah sebuah wadah yang digunakan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat (kita sebagai investor), di mana dana tersebut diputar dan diinvestasikan dalam portofolio efek oleh si manajer investasi. Portofolio efek antara lain saham, obligasi, sukuk, deposito.

Karena termasuk produk investasi, reksa dana memiliki risiko. Tidak seperti tabungan bank di mana dana di bawah Rp2 miliar dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan, dana kamu di reksa dana tidak ada jaminan. Sehingga kamu menanggung risiko kehilangan atau penurunan nilai modal investasi seiring fluktuasi pasar. Namun, kamu perlu ingat hukum investasi “high risk, high return”.

Baca juga: Langkah Mudah untuk Menabung

Reksa dana mungkin lebih berisiko dibandingkan tabungan bank, tetapi potensi pertumbuhan dananya jauh lebih tinggi. Sebuah produk reksa dana bahkan mampu tumbuh hingga di atas 30% per tahun, tergantung jenis dan underlying asset-nya.

Tertarik menabung masa depan dengan reksa dana? Berikut ini langkah-langkah menyusun kebutuhan masa depan dengan reksa dana:

Tentukan tujuan keuangan

Ini adalah langkah pertama yang penting. Dengan mengetahui tujuan keuangan, kamu bisa menentukan produk investasi yang tepat dan membantu evaluasi kinerja produk.

Tujuan keuangan harus memuat, apa tujuan pemakaian dana (bisa dana pensiun, dana sekolah anak, dana pembelian rumah, dan sebagainya), target pemakaian dana (apakah 1 tahun atau 5 tahun lagi), produk investasi apa yang tepat.

Pahami profil risiko

Dengan mengetahui profil risiko kamu bisa menjalankan investasi dengan nyaman. Sebagai gambaran, kamu kurang nyaman dengan fluktuasi pasar yang terlalu tajam sehingga profil risiko kamu termasuk konservatif.

Maka, pilihan reksa dana yang tepat adalah reksa dana dengan risiko relatif rendah seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana campuran.

Sedangkan reksa dana saham tepat untuk membantu tujuan keuangan jangka panjang dengan profil risiko agresif.

Pilih produk yang tepat dan pelajari

Ada banyak produk reksa dana di pasar yang dapat kamu pilih. Pilihlah yang memiliki rekam jejak kinerja bagus, dikelola oleh manajer investasi berpengalaman dan yang biayanya relatif lebih murah.

Sebelum memutuskan berinvestasi reksa dana, kamu perlu mempelajari prospektusnya. Ciri produk reksa dana yang baik adalah yang kinerjanya stabil dan konsisten mencetak return atau imbal hasil di atas kinerja aset dasar.

Beli sekarang juga

Setelah memutuskan pilihan produk reksa dana yang tepat, saatnya mengeksekusi. Cara belinya mudah. Kamu tinggal mengisi formulir pembelian yang tersedia di manajer investasi, menyetorkan dana ke rekening bank kustodian. Manajer investasi menetapkan minimum pembelian mulai Rp100.000.

Silahkan hubungi salah satu whatsapp berikut untuk dibantu proses pembukaan rekeningnya.

Whatsapp 1 Whatsapp 2

Evaluasi rutin

Setelah berinvestasi, jangan lupa melakukan evaluasi minimal setiap semester. Bandingkan kinerja pertumbuhan dana kamu di reksa dana dengan produk sejenis di pasar.

Misalnya, sesama reksa dana saham atau sesama reksa dana pendapatan tetap. Misalnya, kamu berinvestasi di reksa dana saham, maka benchmark kinerja adalah aset dasarnya saham, dalam hal ini direpresentasikan oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Apabila IHSG tumbuh 10% dalam 1 bulan, sedangkan reksadana milikmu bisa bertumbuh diatas 10%, berarti kinerja reksadana tersebut bisa dibilang sangat bagus karena melebihi harga pasaran.

Baca juga: Tips Punya Asuransi di Usia 40 Tahun

Jika kamu masih bingung dan ada pertanyaan seputar reksa dana, jangan ragu untuk menghubungi saua melalui salah satu Whatsapp berikut:

Whatsapp 1 Whatsapp 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here